Perbandingan Persepsi Nilai Waktu Uang (TVM) Konvensional Dan Syariah: Tinjauan Legitimasi Syariah Terhadap Jual BeliTanah Sebagai Investasi Jangka Panjang (Studi Kasus Salah Satu Warga Desa Bukit Sari, Teluk Rendah Pasar)
Main Article Content
Abstract
This research examines the conceptual difference in the time value of money (TVM) between conventional economics and Islamic economics. The study aims to compare the perception of the Time Value of Money (TVM) between the conventional and sharia systems, specifically through a sharia legitimacy review of a long-term land purchase and sale case as an investment. The methodology employed is qualitative research, with data collection techniques including direct observation and library research, used to reconstruct and gain a deeper understanding of the TVM concept and legitimacy from the perspective of sharia economics. The main finding reveals a fundamental contradiction: the conventional concept posits that money has a time value that must continuously increase, proxied by interest and considering inflation, risk, and opportunity costs; whereas Islamic economics rejects conventional TVM because it contains riba (usury) and gharar (uncertainty). In the analyzed land transaction case, additional charges for payment delays and a premium for disaster risk (totaling 5 million Rupiah) are considered legitimate and rational under conventional principles; however, they are strictly prohibited in sharia as they are classified as Riba Jahiliyah and Gharar.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Ahmad, a. s. (2021). Legistimasi Syari’ah Terhadap Nilai Waktu Uang. Bandung: Jurnal
Dalam Peraturan Perundang-Undangan.” Bandung: Refika Aditama Press.
Hakim, Atang Abd. (2011). “Fiqih Perbankan Syariah: Transformasi Fiqih Muamalah Ke
Ilmu Akutansi Dan Bisnis Syari’ah, 3(1), 60-68.
Juliyanti, K. A., & Tamirano, R. (2025). Tantangan Dan Strategi Manajer Keuangan Dalam Mengimplementasikan Keuangan Syariah Di Lingkungan Perusahaan Konvensional Indonesia. Qaulan Baligha: Jurnal Ilmu Manajemen Dakwah, 2(2), 132-142.Kasmir. (2008). Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya, Ed. Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.
Majelis Ulama Indonesia. (2011). “Himpunan Fatwa MUI Sejak 1975.” Jakarta: Erlangga
Mudzzhar, M Atho. (1993). “Fatwa-Fatwa Majelis Ulama Indonesia: Sebuah Studi
Mufid, Lc., M.H.I. “Kaidah Fiqh Ekonomi Syariah - - Google Buku.” Last modified 2015. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=lzUpDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=A &dq=fiqh+dan+syariah&ots=UaVQfkrhag&sig=_Y4 eUJ- DyvsJeaVj0R34V0mLKY&redir_esc=y#v=onepage&q=fiqh dan syariah&f=false.
Muhammad Ayub. (2009). Understanding Islamic Finance. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Mujibatun, Siti. (2012). “Konsep Uang Dalam Hadis”.
Najmudin. (2011). Manajemen Keuangan Dan Akuntansi Syariah. Yogyakarta: ANDI.
Peraturan Pelaksana Lainnya Di Negara Hukum Indonesia.” Jakarta: PT. Raja
Press.
Priyanti, Yunida. (2017) “Uang Dan Nilai Waktu Dalam Islam.” Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 3, no. 2): 287–303. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/Al-Intaj/article/view/2212.
Remi, Prof. Dr. Sutan Remy Sjahdeini, S.H. (2014). Perbankan Syariah : Produk- Produknya Dan AspekAspek Hukumnya. Jakarta: Kencana.
Suma, Muhammad Amin. (2008). “Himpunan Undang-Undang Perdata Islam dan
Tamirano, R. (2025). Pengembangan Model Manajemen Dakwah Berbasis Kewirausahaan Islam: Praktik Mahasiswa Manajemen Dakwah Uin STS Jambi. Jurnal Manajemen Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 1(5), 246-262.
Tamirano, R., Hasanah, N., & Yuliandari, M. (2024). Peran Manajer Keuangan dan Aktualisasi Syariah Pasar Keuangan di Kota Jambi. Jurnal Manajemen Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 1(1), 1-10.
Tentang Pemikiran Hukum Islam Di Indonesia.” Jakarta: INIS Press.
Susanti, Ressi. (2018) “Sejarah Transformasi Uang Dalam Islam.” Aqlam: Journal of Islam and Plurality 2, no. 1. http://journal.iain-manado.ac.id/ index.php/AJIP/article/view/509.
Umah et al. (2025). Nilai Waktu Uang Dan Legistimasi Dalam Perspektif Syariah.
Tasikmalaya: Journal Of Islamic Economics Finance, 3(2), 138-139.